The best way to fall in love is to love as though you had never been hurt before.

Cinta Itu, Kamu

Sekiranya cinta melukis kebahagiaanmu malam ini.
Aku inginkan ia setia mendampingi di setiap jejakmu.
Menjagamu dari setiap luka yang coba mengecupmu.

Kuasamu atas hatiku merambah belantara rindu yang tak putus-putus menciumi titik pengakhirannya. Merunduk malu dalam hasrat yang bergegas untuk mencintaimu selamanya. Tak lelah menapak dalam jejak yang tertatih-tatih menuju rumah hatimu.

Cinta bisa jadi apa saja. Cinta bisa berbalas, kadang juga tak terjawab. Cinta menyebabkan luka, tetapi ia juga yang meredakannya. Cinta itu, aku. Cinta itu, kamu. Cinta itu, kita.

Cinta Itu, Kamu. akan membuat kita hanyut dan kembali berterima kasih karena telah diajari bagaimana cara mencinta yang sebenarnya

Dia

Kadang, kita mencintai seseorang begitu rupa sampai tidak menyisakan tempat bagi yang lain.
Membuat kita lupa untuk sekedar bertanya, inikah sebenarnya cinta?

ukankah memang begitu cinta seharusnya?
Memberikan senyum untuk dia yang kita cinta meski diam-diam menumpuk sedih sangat banyak di dalam hati. Dia yakin, seperti itulah cinta.

Namun, saat semua berbalas,
keraguan justru menjelma. Seperti inikah cinta yang selama ini dia tunggu?

Remember When

Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.  

Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?  

Lalu, saat kau berkata, “Aku mencintaimu”, aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru? 

“Aku mencintaimu,” katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?  

Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.

Here, After

SUATU SAAT, cinta itu pernah ada. Dan aku melihatnya pergi tanpa sempat kucegah sama sekali.

Sejak itu, hari-hari terasa sulit untuk dijalani. Aku bahkan sulit untuk tersenyum pada bayanganku sendiri di cermin — karena saat itu aku tahu, hanya aku sendiri yang terlihat di situ. Meskipun kedengarannya tak masuk akal, sering aku berharap bisa membalikkan waktu. Aku bahkan bersedia memberikan apa yang selama ini terpendam begitu saja di hati.

Suatu saat, cinta itu pergi. Menyisakan sejuta penyesalan karena tak cukup sigap menahannya tetap berada di sini… 

 

Hati Memilih

Seperti air mengalir, cinta pun mengalir menuju muaranya: keikhlasan.


Kita tak mampu memilih cinta mana yang hadir dalam cerita perjalanan kita. Kita yang Dia kirim, kita pun tak bisa memilah hanya cinta dan tawa—tanpa masa lalu, tanpa air mata, dan tanpa luka.

Katanya, cinta tidak pernah mengajarkan kita untuk menjadi lemah. Tak peduli siapa yang lebih mencintai, jika cinta itu mampu menguatkan dan mendorong kita untuk ikhlas menghadapi apa pun, itulah cinta yang harus kita pilih.

Namun, bagaimana jika memang lebih baik kau bersama orang yang mencintaimu ketimbang orang yang kau cintai? Bagaimana jika tetap berdiri di titik semula adalah hal terbaik untuk yang disebut hari depan?

Biarkanlah, biarkan hati yang memilih—hatimu, hatiku.

Once Upon A Love

Tak ada yang bisa melakukan sebaik dirimu.

Pertahananku begitu rapuh akan pesonamu. Potongan-potongan kejadian indah berlompatan, menyesaki benakku dengan imaji dirimu; dari caramu membuatku tersipu, tatapan dalam langsung ke arahku, sampai kata-kata manis yang kuingat selalu.

Merindukanmu membuatku sempat lupa kenapa aku harus melupakanmu. Kau cinta yang bertepuk sebelah tangan. Kekasih yang tak pernah kumiliki. Kau memori yang harusnya kusimpan di dalam kotak dan kubuang jauh-jauh….

Dan di suatu hari tak terduga itu, aku tersenyum dan menangis pilu karena dirimu.

Melepas Ranting Hati

“Kau terlalu mencintainya, tapi tak menyadari bahwa jiwa
setiap laki-laki adalah petualang. Bahwa ia selalu menjadi
burung liar yang ingin terbang ke mana pun sebelum akhirnya
menemukan sarang yang menyimpan hatinya. Sekali kau simpan
hatinya, dia tidak akan pernah terbang lagi. Andai pun pergi,
dia akan selalu kembali padamu.”
                                                  -Anastasya Cendekia Nusantari

If You Were Mine

Kamu adalah jawaban bagi semua pertanyaan.

Alasan di semua hal terbaik dalam hidup.

Harapan bagi mimpi-mimpiku.

Kekuatan saat aku sendiri meragukan kemampuanku….

Jadi salahkah jika aku tak ingin siapa pun memilikimu?

Atau, haruskah aku mencintaimu untuk membuktikan keegoisanku?

Menemukanmu

Bertemu denganmu membuatku berpikir, “Ya, kamulah orang yang aku tunggu untuk bersisian denganku dalam perjalanan ini.”

Kisah perjalanan kita akan berwarna, dan bahkan mungkin kita akan mampu sampai ke ujung pelangi itu. Aku dan kamu, kita diciptakan untuk bersama. Begitulah yang dijanjikan sebuah kisah cinta, bukan?

Kamu tahu, aku jatuh cinta kepadamu. Namun, mengapa mengingatmu juga terasa menyakitkan, mengapa mengingat kisak cinta kita membuatku harus menengadah agar air mata tak jatuh berderai bagai gerimis di luar jendelaku?

Kita hanya jatuh cinta, tak ada yang salah, bukan? Ataukah cerita kita ini bukan sebuah kisah cinta? Terkadang, aku tak tahu mana yang harus aku percaya.

Menemukanmu, dalam sebuah kisah cinta—akan selalu membuat kita bahagia. Ya, kita hanya perlu percaya.

Load More

Older>

linda cendekia suprobo

Search


Following